Minggu, 11 April 2010

Alkaloid

Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa yang mempunyai nitrogen yang sebagian besar heterosiklik dan terdapat di tumbuhan (tetapi ada juga yang berasal dari hewan). Ada atau tidak nya alkaloid bisa di tandai dengan rasa pahid dan getir pada lidah. Biasanya alkaloid terdiri atas sapofin dan flavonoid. Alkaloid di bedakan menjad:
 Alkaloid sederhana: racun, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas phisiologi yang luas, hampir tanpa terkecuali bersifat basa; lazim mengandung Nitrogen dalam cincin heterosiklik ; diturunkan dari asam amino ; biasanya terdapat “aturan” tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloid quartener, yang bersifat agak asam daripada bersifat basa.
 Protoalkaloid: Protoalkaloid merupakan amin yang relatif sederhana dimana nitrogen dan asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Contoh: ephedrine
 Pseudoalkakoid:tidak diturunkan oleh precursor dan bersifat basa.
Contoh kafeinPenggolongan alkaloid bisa dilakukan dengan cara
1. Digolongkan menurut kesamaan asal molekulnya(precursors),didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekulnya
2. Digolonglan menurut nama senyawa apabila tidak diketahui biosintesisnya.contoh: Alkoloid opium
3. Digolongkan menurut tumbuhan dan hewan yang diambil
4. Kebanyakan penamaan nya diakhiri dengan amine
Golongan alkaloid di bedakan menjadi:


• Golongan Piridina: piperine, coniine, trigonelline, arecoline, nikotina, anabasine, sparteine, pelletierine.
• Golongan Pyrrolidine: hygrine,nikotina
• GolonganTropane: atropine, kokaina, catuabine
• Golongan Kuinolin: kuinina, kuinidina, dihidrokuinina, dihidrokuinidina,
• Golongan Isokuinollina: alkaloid-alkaloid opium (papaverine, narcotine, narceine)dll
• Alkaloid Fenantrena: alkaloid-alkaloid opium (morfin, codeine, thebaine)
• Golongan Phenethylamine: mescaline, ephedrine, dopamin
• Golongan Indola: serotonin, ergine, harmine, reserpine, vinblastine, mitragynine, ibogaine, strychnine.
• Golongan Purine: Xantina,Kafein, teobromina, theophylline
• Golongan Terpenoid: aconitine,Solanum(kentang)
• Senyawa ammonium quaternary s: muscarine, choline, neurine
• Lain-lainnya: capsaicin, cynarin, phytolaccine, phytolaccotoxin

SIFAT SIFAT ALKALOID
 Bersifat basa
 Mempunyai rasa pahid dan getir
 Merupakan senyawa organic
 Mempunyai stuktur nitrogen
 Bersifat toksik

MANFAAT ALKALOID:
 Antipiretik(mentimun)
 Anthelmintik(biji muntimun)
 Antiradang
 Antitusif (ephedrine)
 Diuretika(coklat)
 Stimulan(kopi,coklat)
 Insektisida
 Antikolik
 Antidiabetes(pada buah alpukat)
 TBC (daun beluntas)
 Anti tumor dan kanker (teh,mahkota dewa,tapak doro)
 Antihistamin anti alergi(mahkota dewa)
 Emetikum (kina)
 Anti hipertensi dan anti hipotensi
 Penenang(Morfin)
 DLL

PENELITIAN DAN ISOLASI:
1. Penelitian biji ALPUKAT : untuk ANTIDIABETESPenelitiUlfa Dian MelindaKomar RuslanSiti Kusmardiyani
IsolasiSimplisia biji alpukat setelah diekstraksi sinambung dengan pelarut n-heksana dan etanol menggunakan alat Soxhlet, diekstraksi cair-cair berdasarkan perbedaan keasaman dan kebasaan. Isolat dari fraksi dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif kemudian direkristalisasi Kromatogram KLT dua dimensi isolat menunjukkan satu bercak yang bereaksi dengan penampak bercak Dragendorff. Isolat yang merupakan alkaloid ini menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 203, 219 dan 225 nm. Spektrum inframerahnya menunjukkan adanya gugus N-H, C-N, CH2 dan CH3 dan memiliki jarak lebur 64,1 – 65,9oC.
2. Ekstrak tanaman Justicla gendarussa Brum.f. yang bebas alkhaloidPenghilangan alkaloid karena alkaloid bersifat toksik,pahit,menyebabkan muntah,gelisah,ganguan syaraf. Dalam metode ini hanya menghilangkan alkaloidnya sedangkan flavonoid nya masih ada.

PenelitiKurniatiningsih ,Eni
Isolasi Pada pembuatan dekok daun segar dan simplisia daun, daun dipanaskan dalam panci infus pada titik didih air selama 30 menit. Kemudian dilakukan uji identifikasi alkaloid dan flavonoid dengan reaksi pengendapan, reaksi warna, kromatografi lapis tipis serta kromatografi cair kinerja tinggi untuk identifikasi secara kualitatif .Untuk identifikasi alkaloid dengan kromatografi lapis tipis dengan fase gerak CHC13 : aseton (1 : 2), diklormetan : metanol (9 : 1). Setelah disemprot dengan pereaksi dragendorff tidak menunjukkan adanya alkaloid. Dan untuk identifikasi flavonoid menggunakan fase gerak butanol : asam asetat glasial : air (4 : 1 : 5). Dengan penampak noda sitrat borat, uap amonia, serium sulfat, timbul warna kuning intensif yang menunjukkan positif flavonoid. Kemudian diamati dengan sinar UV-vis pada panjang gelombang 254 mu dan 365 nm.

Daftar pustaka
 Habib’s Site
 Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 Surgaku.com
 Pustaka Aisyah
 Dunia Tanaman
www.nadjeeb.wordpress.com
 Warta warga
http://www.litbang.deptan.go.id/tahukah-anda/?p=13
 Ulfa Dian Melinda, Komar Ruslan, Siti Kusmardiyanti. Penelitian biji alpukat. Kurniatiningsih , Eni. Ekstrak tanaman Justicla gendarussa Brum.f. yang bebas alkhaloid www.google.com
www.yahoo.com
NB: Terimakasih kepada pihak yang telah memberikan saya refrensi ini. Apabila ada kesalahan baik di sengaja atau tidak saya mengucapkan minta maaf.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar